Banyak orang yang berusaha mencari tahu bahan dasar dari tinta printer yang dijual dipasaran dengan berbagai macam tujuan. Salah satu diantaranya yaitu keinginan untuk membuat sendiri tinta printer baik untuk digunakan sendiri maupun dijual kembali.
Apa yang akan saya informasikan berikut ini hanya secara garis besar saja karena tidak bertujuan mengajarkan bagaimana membuat tinta printer tapi adalah untuk menginformasikan apa saja yang terkandung dalam tinta printer. Karena setelah kita tahu apa saja yang terkandung pada tinta, kita menjadi semakin mengerti bagaimana seharusnya merawat dan memanfaatkan printer.
Bagi yang sudah mengetahui jenis tinta printer pasti sudah pernah mendengar istilah tinta Dye dan Pigment, sebetulnya kedua jenis ini sama-sama berbahan dasar air. Namun saya hanya akan membahas jenis tinta Dye.
Setiap perusahaan tinta mempunyai bahan tambahan yang menjadi kekuatan jual produk mereka, tetapi pada intinya tinta mempunyai bahan dasar yang harus ada untuk memproduksinya. Semua bahan ini dicampur menjadi satu.
Bahan dasar tinta jenis Dye :
1. Air
Air yang digunakan adalah harus air dengan kualitas tinggi, tidak terkontaminasi baik sejak pengambilan hingga pemrosesan tinta, kualitas air menentukan daya tahan tinta nantinya saat penyimpanan, biasanya air ini harus melalui proses UV dan Reverse Osmosis, ada juga yang menggunakan air destilasi. Air adalah komponen terbanyak yang digunakan untuk membuat tinta Dye.
2. Pewarna
Pewarna Jenis Dye yang terbaik adalah pewarna yang mampu menampilkan kualitas warna yang baik.
3. Co-Solvent – Humectant
Adalah bahan cair yang membantu pewarna(bukan tinta keseluruhan) agar tidak mudah mengeras sebelum terserap oleh kertas.
4. Fixative – Penetrant
Adalah bahan yang mengontrol tinta saat jatuh pada permukaan kertas, bahan ini harus mampu menahan tinta agar tidak terlalu terserap oleh kertas yang dapat mengakibatkan tinta tembus ke belakang kertas atau basah sebelum mengering.
5. Surfactant.
Adalah bahan cair pemacu kerja tinta keluar dari head catridge, ukuran yang salah dalam penggunaannya menghasilkan tinta yang buruk. Humectant yang terlalu banyak bisa membuat tinta terus-menerus keluar dari head (wicking), atau terlalu sedikit juga bisa membuat tinta mudah menggumpal pada tangki dan head menjadi tersumbat (clogging). Pemakaian Surfactant harus seimbang dengan penggunaan Fixative.
6. Resin
Bahan inilah yang membuat efek polish dan tidak mudah terberai saat hasil cetakan pada kertas kita gosok dengan tangan.
7. Biosida/Fungisida
Adalah bahan tambahan untuk menjaga keawetan tinta saat disimpan pada waktu yang lama dengan membunuh kuman dan bakteri pada tinta.
8. Buffer dan Agent lainnya
Biasanya tinta harus memiliki pengatur pH agar tinta tidak terlalu asam atau basa.
Itulah bahan-bahan dasar dalam pembuatan tinta printer jenis Dye.
Saya yakin setelah mengetahui bahan-bahan dasar tinta ini, kita bisa mengetahui penyebab tinta wicking atau clogging, tinta yang jamuran, tinta yang berwarna pudar, dan lainnya.
Mohon maaf tidak menampilkan informasi takaran dan merek-merek dari bahan yang disebutkan diatas.
Sumber : Disadur kembali dari berbagai sumber.
Apakah kita bisa membuatnya ?
Melihat proses demi proses pembuatan tinta yang memerlukan pengetahuan yang cukup tentang ilmu kimia, ilmu daya serap kertas, dan karakteristik tiap bahan dasar serta alat-alat pengukur lainnya yang akurat dan percobaan berulang-ulang maka memang ada baiknya pembuatan tinta dipercayakan pada perusahaan industri, cukup sulit untuk melakukannya pada rumah tangga, karena sangat menentukan kualitas tinta yang dihasilkan.